Siapa Bilang Jokowi Membela Kepentingan Asing? Buktinya, Chevron Disuruh Pulang - Plangkan

Breaking

Sabtu, 04 Agustus 2018

Siapa Bilang Jokowi Membela Kepentingan Asing? Buktinya, Chevron Disuruh Pulang


Siapa bilang Jokowi memihak kepentingan asing? Buktinya, pada 31 Juli 2018 lalu, ladang minyak Blok Rokan yang dikelola perusahaan Amerika selama puluhan tahun kini diambilalih pemerintah untuk dikelola Pertamina. "Hanya Pak Jokowi yang berani melakukan hal ini," tegas Restu Hapsari, Sekjen Taruna Merah Putih.

Perlu diketahui, perusahaan Amerika sudah mengincar potensi minyak di Indonesia sejak era kolonial Belanda. Pada tahun 1924 Caltex (kemudian berubah nama Chevron) sudah mencari minyak di Sumatera.

Jadi, sebelum Indonesia merdeka, Chevron sudah menguasai dua lapangan minyak di Blok Rokan. yakni Lapangan Minas yang ditemukan geolog asal Amerika Walter Nygren pada 1939 dan Lapangan Duri yang ditemukan pada 1941.

Setelah Indonesia merdeka, Bung Karno berharap sumber daya alam Indonesia diolah oleh putera-puteri bangsa Indonesia sendiri untuk memberikan kemakmuran bagi rakyat. "Sayangnya, Bung Karno akhirnya tak berkuasa lagi digantikan oleh rezim Orde Baru," ujar Restu Hapsari.


Nah, ketika Orde Baru berkuasa banyak perusahaan asing masuk ke Indonesia, seperti Freeport dan Chevron. Pada masa Orde Baru inilah Chevron mendapatkan kontrak pengelolaan Blok Rokan dari pemerintah untuk pertama kalinya pada 8 Agustus 1971 dengan jangka waktu 30 tahun. Tahun 1992 Chevron memperpanjang kontrak lagi sampai dengan 8 Agustus 2021.

Menjelang berakhirnya kontrak Chevron mengajukan proposal agar operasi mereka di Blok Rokan bisa diperpanjang lagi sampai dengan 2041. Chveron menawarkan investasi US$88 miiar atau sekitar Rp1.200 triliun kepada pemerintah Indonesia agar bisa mengelola blok itu lagi.

Namun pemerintah Presiden Jokowi menolak dan menyerahkan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina. Dari produksi minyak Blok Rokan ini ada potensi untuk menambah penerimaan negara sebesar Rp 825 triliun.

"Nah, kalau ada yang membuat isu-isu aneh yang menyebut Pak Jokowi membela kepentingan asing, maka hal itu jelas-jelas tidak berdasar. Hanya Pak Jokowi yang berani bekerja sehebat ini," tegas Restu Hapsari.